TABLOIDBINTANG.COM - Ayana Jihye Moon (22) diperbincangkan warganet berkat kecantikan dan keputusannya menjadi mualaf.

Semula khalayak berpikir, ia mantan personel girl band Korea F-ve Dolls yang telah bubar lalu belajar agama Islam.

Berbagai pemberitaan media kemudian mengungkap fakta, Ayana warga negara Korea yang belajar Islam sembari merintis karier seni di Indonesia.

Publik yang kadung jatuh hati terus menggali informasi di jagat maya. Tidak heran jika di Instagram, Ayana Moon memiliki 1,9 juta pengikut. Gaya berbusananya menginspirasi para muslimah di Tanah Air. 

Di Instagram. Ayana tampak terampil membuat padu padan baju dan hijab. Ia bermain warna pastel, memadukan jilbab bermotif dengan baju muslim warna polos, dan sebaliknya.

Konten Instagram dan wajahnya yang konon mirip Song Hye Kyo mengubah jalan hidupnya. Kini Ayana menjelma menjadi salah satu hijaber yang laris sebagai pembicara, membintangi iklan produk kecantikan, kebanjiran tawaran pemotretan, dan main film. 

“Saya tidak pernah bermimpi menjadi seorang artis. Saya mendapat beberapa tawaran main film, tapi saya lebih ingin menjadi influencer Islam. Saya juga tidak berniat menjadi hafizah atau ustazah. Saya hanya ingin berbagi inspirasi dan pandangan yang baik tentang Islam kepada banyak orang,” ujar Ayana saat berkunjung ke kantor Bintang, Jakarta, pekan lalu.

Ayana Moon Siap Berbagi Kisah tentang Perjalanan Hijrah dan Hidayah Melalui Buku (Nanda / tabloidbintang.com)

Ayana Moon Siap Berbagi Kisah tentang Perjalanan Hijrah dan Hidayah Melalui Buku (Nanda / tabloidbintang.com)

Kini penggemar Dian Pelangi itu siap berbagi kisah inspiratif melalui buku yang tengah digarap. Jika tidak ada halangan, buku tentang perjalanan hijrah dan hidayah yang dialaminya akan dirilis tahun depan di Indonesia dan Malaysia. Cewek kelahiran 28 Desember ini berharap bukunya menjadi sumber kisah-kisah yang menentramkan hati seputar Islam. 

Ayana ingin berbagi kisah dengan cara sederhana agar mudah diterima khalayak.

“Kadang saat mendengar ceramah dari ustaz atau ustazah, materinya terdengar terlalu ekstrem dan sulit dicerna. Saya tidak ingin seperti itu. Saya ingin meyakinkan orang lain Islam itu mudah, sederhana, dan indah,” terang Ayana yang mengenal Islam dan kehidupan orang Muslim dari kakeknya.

(riz / gur)