TABLOIDBINTANG.COM - Kepergian ibunda untuk selama-lamanya membangkitkan kenangan lama Eko Patrio. Eko menyebut ibundanya, Jamini, sebagai pribadi yang sangat baik, namun juga sangat tegas. Terutama kepada anak-anaknya.

Eko Patrio menyebut dirinya sebagai buah dari pendidikan keras yang diterapkan sang bunda. Bukan hanya dimarahi, Eko pernah menerima hukuman yang cukup berat akibat kenalannya si masa kanak-kanak.

"Waktu kecil saya badung banget. Suka ngambil pohon orang, berantem, nakal banget pokoknya," aku Eko Patrio, usai pemakaman ibundanya, di TPU Layur, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (31/10).

Eko Patrio di pemakaman ibunya (Seno /tabloidbintang.com)

Eko Patrio di pemakaman ibunya (Seno /tabloidbintang.com)

Ada satu peristiwa yang paling membekas di ingatan Eko Patrio. Saat itu Eko masih duduk bangku kelas 1 SMP. Karena nakal, bos rumah produkai Ekomando itu dikurung oleh ibunya di kolong tempat tidur. "Saya dimasukin ke kolong ranjang dari pagi ketemu malam. Nggak dikasih makan," cerita Eko Patrio.

Belakangan Eko Patrio menyadari sikap keras sang bunda merupakan usaha untuk membuatnya jadi pribadi yang baik. "Coba kalau ibu saya nggak galak seperti itu, mungkin sampai sekarang saya masih jadi orang badung," imbuhnya.

Selain sukses di dunia seni, Eko Patrio juga berhasil melangkahkan kakinya di dunia politik. Suami Viona Rosalia itu meyakini apa yang didapatnya saat ini sebagai hasil keras almarhumah ibundanya.

"Dulu kalau saya lagi belajar, jam 2, jam 3 pagi, pasti ditemenin sama ibu. Ibu bahkan rela jual mobil buat (biaya) saya kuliah," kenang Eko Patrio, dengan mata berkaca-kaca.

(ari/ray)