JAKARTA –  Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara Jungle Sound yang bertema NGOPI (Ngobrol Pintar) bersama Babeh Idin di Hutan Kota Pesanggrahan, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2018).

Dalam rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB, Sandiaga yang nengenakan baju polo biru dongker sempat menyinggung soal data pemerintah mengenai pertanian yang tidak sama atau tidak singkron.

Acara kali ini membahas berbagai cara memelihara lingkungan termasuk pengelolaan sampah. Namun, diawal kegiatan Sandiaga sempat mengingat ketika dirinya sempat menjadi korban PHK usai mendengar lagu Koes Plus yang berjudul Bujangan yang dibawakan oleh Sangga Buana band. “Tadi di ujung lagu disebut hati senang walaupun tak punya uang. Saya juga ngerasain nggak punya uang waktu di PHK dulu,” seloroh Sandiaga disambut tawa.

Menurut Sandiaga, Babeh Idin merupakan sosok yang menginpirasi dirinya karena memiliki jiwa kewirausahaan sosial yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan seperti sampah, sungai, hingga pengolahan pertanian, perikanan dan peternakan.

“Hutan kota ini ditengah hiruk pikuk Jakarta masih ada 110 hektar lebih yang dikelola secara berkelanjutan tanpa intervensi pemerintah tapi dengan kerjsama yang luar biasa. Ini yang akan kita kedepankan insyaAllah,” kata Sandiaga.

Salah satu peserta acara sempat menyinggung Sandiaga soal program yang akan dilakukan dalam bidang pertanian. Namun, dia malah menyebut data pemerintah yang tidak singkron sehingga dirinya belum bisa memetakan.

“Jadi pertama, kita nggak punya data yang bisa kita sama-sama setuju menjadi pegangan. Sekarang ini kementerian pegang data sendiri. Ada Kementerian yang bilang cukup, ada yang bilang tidak,” ungkap Sandiaga.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bulog sempat berselisih paham mengenai impor beras. Disatu sisi kemendag ingun melakukan impor sedangkan Bulog menyebut stok beras saat ini masih cukup sehingga tidak perlu impor. (yendhi/mb)