BOGOR – Seorang bocah warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dianiaya karena dituduh mencuri seekor burung dara milik tetangganya.

Bocah 9 tahun berinisial Fah merupakan siswa kelas 3 SD dan putera tunggal dari pasangan Ade Ridwan dan Iis Kholisah tinggal di Kampung Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Saat melapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor, korban kepada polisi menunjukkan wajahnya yang luka akibat pukulan. Ia mengaku dipukul pemilik burung.

Orangtua korban bercerita, saat iru Fah yang sedang bermain di tanah lapang, melihat ada burung.Ia lalu mendekat dan memberi makan. Karena korban tahu, jika burung dara tersebut, milik MAF, tetangganya.

“Saat itu anak saya bermain bersama beberapa temannya. Tiba-tiba datang MAF 23, dan langsung menuduh anak saya mencuri burungnya. Anak saya langsung dianiaya. Luka pukulan, wajah anak saya lebam dan harus ke rumah sakit,”kata Ade, ayah korban.
Korban diakui sempat memegang buru dara saat memberi makan. Namun bukan untuk mencurinya.
“Burung jinak. Anak-anak memainkan burung saat dikasih makan. Muncul pemiliknya langsung memukul anak saya,” ujarnya.

Setelah dianiaya, korban lalu diantar ayah MAF ke rumahnya. Dihadapan ayah korban, ayah pelaku malah mengatakan, wajar dan pantas Fah dianiaya karena sudah mencuri burung.
Zaeni, paman korban berang. Namun emosinya dapat ditahan warga yang ada di lokasi.

Korban sudah menjalani visum di RSUD Cibinong. Polisi kini masih memeriksa korban dan meminta keterangan dua rekan korban sebagai saksi. (yopi/b)