TABLOIDBINTANG.COM - Karier Fatih Unru (13) melambung setelah tampil beberapa kali di ajang pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ketiga, di Kompas TV, lima tahun lalu. 

Kala itu, Fatih didapuk menjadi bintang tamu. Wajahnya yang ekspresif mudah memancing tawa penonton. Ia melawak dengan tema beragam, dari nelangsanya menjadi artis cilik hingga bapak salah asuh. 

Belakangan, Fatih aktif di layar lebar. Apakah melawak tunggal hanya dijadikan batu loncatan?

Mulanya, Fatih tak ingin menjadi pelawak tunggal. Suatu hari ayahnya menunjukkan video aksi seorang pelawak tunggal. 

“Video itu sangat menarik. Saya bilang kepada Bapak, 'Pak, aku mau bikin pertunjukan melawak tunggal.' Bapak membuatkan materi, saya belajar menyampaikannya. Kemudian saya melakukan open mic (latihan melawak tunggal—red.) di sebuah kafe di Jakarta,” cerita Fatih di Jakarta, minggu lalu.

Di kafe itu ada Pandji Pragiwaksono. Pandji yang menjadi juri SUCI musim ketiga tertarik lantas mengundangnya menjadi bintang tamu SUCI. 

Kehidupan Fatih berubah. Ia menjadi populer dan punya banyak penggemar. Sejumlah produser mengajaknya main film. Salah satunya, Nia Zulkarnaen dari rumah produksi Alenia Pictures. 

Fatih Unru, Memulai Karir di Film Layar Lebar Terkenal Lewat Stand Up Comedy (Wayan / tabloidbintang.com)

Fatih Unru, Memulai Karir di Film Layar Lebar Terkenal Lewat Stand Up Comedy (Wayan / tabloidbintang.com)

Nia mengajak Fatih tampil di film Seputih Cinta Melati (2014). Di film itu, Fatih memerankan Rian.  

Karakter Rian mengantar Fatih menjadi nomine Pemeran Anak Terbaik di FFI 2015. 

“Jadi, kesannya saya memulai karier sebagai pelawak tunggal. Padahal, karier saya sebenarnya berawal di film Rindu Purnama (Mathias Muchus, 2011). Saat itu usia saya 4 tahun. Passion saya sebenarnya akting. Saya baru naik panggung untuk melawak tunggal di usia 7 tahun,” ujar penggemar Jack Black dan Marlon Brando ini.

(wyn / gur)