JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Wakil Bupati Malang, Ahmad Subhan, Rabu (7/11/2018). Penahanan terkait statusnya sebagai tersangka kasus dugaan suap Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terkait pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Subhan akan menjalani masa penahanan pertama atau selama 20 hari ke depan. Namun tidak menutup kemungkinan diperpanjang jika diperlukan.

“Ditahan di Rutan (Rumah Tahanan) KPK selama 20 hari ke depan,” kata Febri, saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Sebelum ditahan, Subhan sempat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK dan baru keluar sekitar pukul 19.30 WIB. Mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Subhan irit bicara saat disinggung mengenai penahanan dan kasus yang menjeratnya.

“Enggak ada, sudah ditetapkan (sebagai tersangka),” ucapnya, singkat seraya terus berjalan masuk ke dalam mobil tahanan yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Selain Subhan, KPK juga menahan Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi yang hari ini juga baru ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Tanpa berkomentar apapun Suhawi berjalan mengikuti Subhan dari belakang dan ikut masuk mobil tahanan.

Selang beberapa menit kemudian, tiga tersangka lainnya, yaitu Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group), Ockyanto; Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Onggo Wijaya, dan seorang swasta bernama Nabiel Titawano juga digelandang ke tahanan. Mereka pun menolak berkomentar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, keempat tersangka lain itu ditahan di empat rutan berbeda. Suhawi ditahan di Rutan Cipinang Jakarta Timur, Ockyanto di Rutan Polres Jakarta Pusat, Onggo Wijaya di Rutan Polda Metro Jaya dan Nabiel di Rutan KPK.

“Kelima tersangka ditahan untuk 20 hari pertama demi kepentingan penyidikan,” imbuh Febri.

(Baca: KPK Tetapkan Eks Wakil Bupati Malang Tersangka)

Sebelumnya, KPK mengumumkan penetapan status tersangka terhadap kelima orang tersebut. Subhan, Suhawi dan Nabiel disangkakan sebagai pemberi suap terkait IPPR dan IMB pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara suap yang menjerat Bupati nonaktif Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa. Kemudian KPK juga menetapkan status tersangka kepada dua orang swasta diduga pemberi suap, yakni Ockyanto dan Onggo. (*/ys)