JAKARTA – Rafiudin (47) kakak kandung penyerang Polsek Penjaringan memastikan adiknya tidak terlibat dalam jaringan teroris. Penyerangan itu dilakukan RH (31) pada Jumat (9/11/2018) dini hari menggunakan golok dan pisau hingga satu perwira terluka.

“Mangkanya polisi kan anggapannya teroris atau apa, nggak ada. Saya nggak curiga kesana, saya juga benci sama teroris, saya benci banget. Tapi adik saya nggak ada kesana,” ujar Rafiudin kepada poskotanews.com di rumah pelaku di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Rafi adalah kakak keempat RH yang tinggal di Tangerang, Jawa Barat. Dia mengakui adiknya beberapa tahun belakangan lebih suka mengurung diri di kamar dan enggan bersosialisasi tetangga.

Rafi sebut perubahan sikap sang adik terlihat senjak ayah mereka meninggal dunia pada 2011. Kepada keluarga, RH juga tidak pernah bercerita tentang hal-hal aneh.

(Baca: Sebelum Menyerang Polsek Penjaringan, Pelaku Tulis Surat ke Kakak)

“Mungkin selama ini kurang diperhatikan keluarga. Tau sendiri kalau anak bungsu ya, kalau masih ada almarhum bapak saya kan dia paling disayang. Apa saja dituruti, pas sekarang bapak nggak ada kayak bagaimana gitu. Kan abang-abangnya sudah punya keluarga sendiri-sendiri, saya sendiri nggak tinggal di sini, tapi di Tangerang,” kata Rafi.

(Baca: Penyerangan Polsek Penjaringan Lukai Perwira, Begini Kronologinya)

Namun dia memastikan RH tidak mempelajari aliran sesat. Juga tidak bergaul dengan teman-teman yang salah. Bahkan, dia menyebut RH tidak memiliki teman. “Saya berani jamin 100 persen adik saya nggak ikut-ikutan kayak gitu (ajaran sesat). Ini kriminal biasa,” ujarnya lagi

“Nggak pernah (cerita macam-macam), temennya nggak pernah ada yang ke sini, selama ini menyendiri saja. Tapi kadang keluar ngobrol biasa, cuma masalah bergaul belakangan ini nggak mau bergaul sangat tertutup,” tutupnya. (yendhi/yp)