JAKARTA  – Mulai 24 Desember 2018 kapal  dibawah ukuran 5.000 Gross Tonnage (GT) dilarang beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni.

Larangan tersebut sesuai aturan yang tertuang dalam PM 88 tahun 2014 salah satunya berbunyi bahwa kapal yang melayani di lintas Merak-Bakauheni harus berukuran minimal 5.000 Gross Tonnage (GT).

Budi Setiyadi Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat)  menyebutkan PM 88 tentang Pengaturan Ukuran Kapal Angkutan Penyeberangan di Lintas Merak-Bakauheni ini Pemerintah memberi kesempatan usaha bagi operator untuk melakukan investasi atau peremajaan kapal.

Selain itu mengawasi secara berkesinambungan terhadap pemenuhan standar pelayanan minimal melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Dirjen menyebutkan untuk mengantisipasi peningkatan _demand_ melalui jalan tol Trans Sumatera dan jalan Tol Merak (Jawa), maka dilakukan langkah-langkah antisipasi berupa peningkatan kualitas pelayanan, diantaranya melakukan pengaturan kapal yang beroperasi, meningkatkan kapasitas dermaga eksisting dan membangun dermaga baru, serta meningkatkan kualitas layanan angkutan penyeberangan.

Toleransi yang diberikan oleh PM 88 ini agar para operator untuk membangun (kapal) baru kemudian mengalihkannya ke lintasan lain.

Atau yang di bawah 5.000 GT akan ditingkatkan kualitasnya sehingga bisa bertambah menjadi 5.500 GT atau 6.000 GT.

Dari hasil kajian pada 2014, kapal yang di bawah 5.000 GT muatnya penumpang dan kendaran tidak terlalu banyak, namun waktu tunggu naik kendaraan dan waktu berlayarnya sama dengan yang di atas 5000 GT.

“Pada 2014, jumlah kapal yang beroperasi ada 52 unit yang terdiri dari 22 unit berukuran di atas 5.000 GT dan 30 unit berukuran di bawah 5.000 GT. Yang 30 kapal ini yang harus ditingkatkan dan diperbaiki atau diganti kapal baru,” ujarnya.

Sedangkan jumlah kapal yang mengalami peningkatan kapasitas sebanyak 21 unit, penambahan kapal baru sebanyak 25 unit, serta jumlah kapal yang direncanakan keluar sebanyak 9 unit, sehingga total kapal yang beroperasi di atas 5.000 GT per tanggal 24 Desember 2018 sebanyak 68 unit. (dwi/win)