JAKARTA – Tujuh jenazah korbvan jatuhnya Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat kembali berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati, pada Rabu (7/11/2018) sore.

“Hasil sidang rekonsiliasi pada hari ini Rabu 7 November pukul 16.00 di RS Polri ada tujuh penumpang yang dinyatakan teridentifikasi,” ujar Linda Ketua Tim DVI di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ketujuh korban itu :

1. Kasan, Laki-laki (63), melalui sidik jari

2. Eling Sutikno, Laki-laki (59), melalui sidik jari

3. Sahabudin, Laki-laki (40), melalui sidik jari

4. AKBP Sekar Maulana, Laki-laki (45), melalui sidik jari

5. dr. Rio Nanda Pratama, Laki-laki (26), melalui sidik jari

6. Radhika Widjaya, Laki-laki (4), melalui DNA dan media

7. Rafezha Widjaya, Laki-laki (1 tahun 9 bulan), melalui pemeriksaan DNA dan medis

“Hingga kini penumpang yang berhasil teridentifikasi 1 penumpang, dengan rincian lelaki 40 orang, dan perempuan 11,” tambah Linda.

Sebelumnya k 44 jenazah penumpang pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 telah teridetifikasi terhitung sejak Rabu (31/10/2018) hingga Selasa (6/11/2018) lalu. Adapun 44 jenazah yang berhasil teridentifikasi terdiri dari 11 perempuan dan 33 laki-laki.

Diketahui, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) pukul 10.00 WIB oleh BASARNAS.

Pesawat JT-610 ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun tak lama berselang, pukul 06.33 WIB pesawat tersebut hilang kontak dengan Jakarta Control. Di dalam pesawat tersebut terdapat 189 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang. (cw2/b)