TABLOIDBINTANG.COM - Lokasi kotak hitam atau black box yang memuat data percakapan di kokpit (CVR) Lion Air JT 610 diperkirakan tak sulit. Lokasinya diduga tak akan jauh dari black box berisi data penerbangan (FDR) yang sudah lebih dulu ditemukan, Kamis 1 November 2018.

"Kurang lebih (radius) 200-300 meter," kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) M Ilyas mengungkap perhitungannya tentang sebaran lokasi kedua black box di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis malam, 1 November 2018.

Kapal Baruna Jaya milik BPPT adalah yang menemukan satu black box Lion Air JT 610 tersebut. Penemuan berselang satu hari setelah kapal TNI AL menangkap sinyal ping locater asal black box, atau empat hari setelah Lion Air JT 610 hilang kontak dan jatuh. Belakangan KNKT menyebut yang sudah ditemukan itu adalah FDR atau black box yang memuat data penerbangan, biasa ada di ekor pesawat.

Ilyas menuturkan, data scan sonar yang dimiliki BPPT menunjukkan tiga titik di bawah laut yang diduga lokasi black box. Dia menamainya sebagai C30, C31 dan C38. Tiga titik itu memberikan sinyal berupa bunyi dari ping locater yang kuat.

Dua diantaranya, ujar Ilyas, sudah ditelusuri tim penyelam, Kamis. Titik C38 yang belum sempat ditelusuri akan menjadi fokus pencarian hari ini Jumat, 2 November 2018. Menurut dia, CVR akan terus memancarkan bunyi hingga 30 hari. "Kami masih optimistis masih ada," katanya.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor registrasi PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah terbang dari Bandara Soekarno-Hatta.

TEMPO.CO