Makanan yang Baik untuk Kesehatan Organ Intim Wanita (1)

Ubi membantu meningkatkan hormon seksual, menguatkan dan melindungi jaringan otot dan dinding rahim, juga memperkuat janin selama berada di dalam rahim.

TABLOIDBINTANG.COM - Untuk mencegah munculnya bakteri yang biasanya menjadi penyebab gangguan kesehatan vagina, selain dengan selalu menjaga kebersihan, melakukan hubungan seks sehat, dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, Anda perlu mengonsumsi makanan yang baik. Apa saja?

1. Ubi

Ubi, terutama ubi merah, kaya akan beta karoten dan vitamin A. Selain baik untuk kesehatan mata, ubi ternyata memberikan manfaat besar untuk organ kewanitaan juga sangat membantu bagi Anda yang sedang menjalankan program kehamilan.

Menurut Asosiasi Ahli Nutrisi Amerika, vitamin A merupakan viagra alami. Beta karoten dan vitamin A telah diteliti dan terbukti memberikan manfaat langsung dalam meningkatkan kesuburan dan menyehatkan organ reproduksi pria dan wanita.

Ubi membantu meningkatkan hormon seksual, menguatkan dan melindungi jaringan otot dan dinding rahim, juga memperkuat janin selama berada di dalam rahim.

2. Makanan Hasil Fermentasi

Dok. tabloidbintang.com

Dok. tabloidbintang.com

Makanan-makanan hasil fermentasi seperti yoghurt dan kimchi kaya akan bakteri baik yang membantu menyeimbangkan kadar asam dan melawan infeksi bakteri dalam tubuh termasuk organ kewanitaan.

Kandungan kalsium dalam yoghurt juga baik untuk menjaga suasana hati dan mencegah sindrom pra-menstruasi.

3. Makanan yang Mengandung Asam Lemak Omega 3

Dok. tabloidbintang.com

Dok. tabloidbintang.com

Telur, ikan laut, ayam, kacang-kacangan, dan sayuran seperti brokoli dan kembang kol mengandung asam lemak omega 3 yang baik untuk menjaga sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang baik akan menjaga gairah seksual Anda. 

Selain itu, dalam penelitian yang dimuat di laman sciendirect disebutkan bahwa asam lemak omega 3 yang terkandung dalam minyak-minyakan seperti minyak canola, minyak biji rami, minyak ikan cod, dan minyak zaitun mampu mencegah keringnya vagina setelah memasuki fase menopause.

bersambung

(riz / gur)