TANGSEL– Permohonan pembuatan akte kematian dari ahli waris di tujuh kecamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kurun waktu Oktober hingga Nopember 2018 mencapai sekitar 3.771 surat yang dibutuhkan.

“Jumlah permintaan surat akte kematian kurun Oktober hingga Nopember 2018 mencapai 3.771 surat. Jumlah ini memang cukup banyak, atau dua kali lipat dibandingkan kurun Januari hingga akhir September 2018  yang hanya 1000 surat,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Dedi Budiawan, Kamis (8/11).

Pada kesempatan itu, ia  didampingi Kepala Seksi (Kasie) Perubahan Status Anak Kewarganegaraan dan Kematian setempat Farah Diba.

Peningkatan pemohon pembuatan akta kematian karena masyarakat sudah peduli akan pentingnya kepemilikan akta kematian, dan karena masyarakat dibutuhkan dan penting baik untuk negara maupun pribadi warga serta ahli waris untuk berbagai keperluan surat menyurat maupun
dokumentasi lainnya.

Bagi negara sangat penting karena keberadaan akta kematian digunakan untuk validasi data kependudukan seperti program pemerintah akan lebih tepat sasaran, karena tidak mungkin ada lagi warga yang sudah meninggal dunia masuk menjadi sasaran program karena sudah terdata.

“Sedangkan untuk warga atau wahli waris akta kematian bisa digunakan untuk mengurus asuransi, warisan, dan sebagainya,” ujarnya.

Ditambahkan, Kasie Perubahan Status Anak Kewarganegaraan dan Kematian di Disdukcapil setempat, Farah Diba, dari jumlah 3.771 pemohon akta kematian antara lain 3.149 pemohon melakukan pengajuan langsung dengan mendatangi kantor Disdukcapil, 291 pemohon melakukan pengajuan secara daring (online) dan 331 pemohon mengajukan saat pelayanan keliling di kecamatan.

Untuk pelayanan keliling ini dilakukan di tujuh kecamatan secara bergantian. Seperti di Kec. Ciputat ada 58 warga datang untuk membuat akte antara lain dari Kel. Ciputat sebanyak 15 warga, Kel. Sawah 30 warga, Kel. Sawah Baru 3 warga, Kel. Serua Indah 2 warga, Kel. Cipayung 4 warga, Kel. Serua 2 warga dan Kel., Jombang sebanyak 2 warga. (anton/win)