LAMPUNG – Sebanyak 121 tanaman ganja ditanam di ladang seluas 2 Ha di Padukuhan Tulungbalak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung. Aparat Satres Narkoba Polres Tanggamus mengamankan lokasi itu, Jumat (9/11/2018) pagi.

“Itu barang bukti, harus diamankan,” ujar Kapolres Tanggamus, AKBP. I Made Rasma. Selain itu, petugas menangkap Yusuf (59) di rumah anaknya di Kota Depok, Jawa Barat.

Menurut I Made Rasma, terungkapnya penanaman ganja diketahui setelah ada informasi transaksi daun ganja basah. Penyelidikan pun dilakukan.

“Sekitar dua minggu diselidiki, kami menemukan ladang ganja di pegunungan di Padukuhan Tulungbalak, Pekon Kedaung, yang berjarak sekitar 10 km dari Kecamatan Kota Agung,” ungkapnya.

Kapolres mengatakan barang bukti pohon ganja yang diamankan dari ladang itu ada 80 batang pohon ganja setinggi 2 meter, 20 pohon setinggi 80 cm, dan 21 batang pohon setinggi 18 cm.

Dalam pemeriksaan, Yusuf mengaku bukan pemilik kebun ganja tersebut. Kakek ini kemudian menyebut nama pemiliknya. “Jadi dia hanya buruh upah yang menanam dan mengurus dengan bayaran Rp 250 ribu seminggu,” katanya. “Kami akan mencari pemilik kebun ganja itu.”

Akibat perbuatannya, tersangka bakal di jerat Pasal 111 ayat (2) UU No 35, tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman seumur hidup penjara. (koesma/yp)