JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menilai calon presiden Prabowo tidak cukup hanya meminta maaf atas ucapannya terkait ‘tampang Boyolali’. Toni juga meminta, agar Prabowo bersungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perkataan yang kontroversial tersebut.

Diketahui Prabowo akhirnya meminta maaf kepada khalayak atas ucapan ‘tampang Boyolali’, yang membuat sebagian orang merasa tersinggung dan berunjuk rasa. Dalam sebuah tayangan video, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku tidak berniat membuat tersinggung warga Boyolali.

“Saya kira minta maaf tentu baik baik saja dan saya berharap masyarakat memang mau memaafkan Pak Prabowo. Namun yang jauh lebih penting dari kata maaf adalah, kesadaran untuk taubat atau dalam arti kata lain keinginan serius untuk tidak melakukan kesalahan yang sama,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/11/2018).

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf tersebut, menyinggung kabar hoaks Ratna Sarumpaet yang juga berujung permintaan maaf dari Prabowo. Toni berharap, agar mantan Danjen Kopassus itu lebih berhati-hati dalam bertutur di depan publik.

“Karena masyarakat mencatat Pak Prabowo kemarin baru saja minta maaf, grasa grusu menggoreng isu Ratna Sarumapet, tapi ternyata beliau melakukan kesalahan lagi minta maaf lagi. Nah apakah apabila terjadi kasus lain kemudian minta maaf lagi?” ucapnya.

Jadi jauh lebih penting adalah menjaga lisan dan tutur kata yang tidak menyinggung rakyat,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan juru bicara TKN, Ace Hasan Syadily. Dia menyindir kepemimpinan Prabowo, yang dinilai sering membuat kesalahan di depan khalayak. Permintaan maaf Prabowo dinilai Ace sebagai pengakuan atas kesalahan ucapan ‘tampang Boyolali’ beberapa waktu lalu.

“Itu artinya Pak Prabowo mengakui kesalahannya. Tapi sayangnya, Pak Prabowo ini selalu salah melulu. Kemudian minta maaf lagi. Apakah Pak Prabowo akan terus menerus melakukan kesalahan? Apakah pemimpin yang selalu melakukan kesalahan dapat dipercaya?” ujarnya.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu pun meminta, agar mantan suami Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto itu lebih dapat mengendalikan diri.

“Pak Prabowo harus lebih menjaga tutur katanya. Kejadian dengan melontarkan kata-kata yang tidak semestinya tidak boleh terulangi kembali. Seorang pemimpin itu harus mampu mengendalikan tutur katanya,” pungkas Ace. (ikbal/mb)