JAKARTA – Warga Pisangan Lama, Pulogadung, mengeluhkan proses normalisasi saluran air di Jalan Pisangan Lama 2, yang dinilai lamban. Pasalnya, sejak penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Rabu (17/10) lalu, hingga kini tak terlihat adanya perbaikan dan malah mengganggu aktivitas warga.

Mulyadi, 42, warga sekitar mengatakan, sebagian besar warga yang merupakan pedagang sangat berharap proses normalisasi bisa segera dilanjutkan. Pasalnya, akibat pembongkaran itu, banyak akses rumah dan ruko warga terputus. “Soalnya jembatan penghubung juga ikut dibongkar. Makanya ini pakai papan untuk dijadikan jembatan,” Kamis (8/11).

Menurutnya, penanganan normalisasi yang dilakukan saat ini terkesan lamban dan karena sesekali tak pernah dikerjakan. Padahal, saat ini sudah memasuki musim penghujan dan khawatir malah menimbulkan genangan. “Harusnya petugas bekerja lebih cepat, karena selama ini warga sudah cukup resah atas kondisi yang ada,” ujar Mulyadi.

Selain masalah normalisasi, kata Mulyadi, warga juga mengeluhkan sampah dan lumpur dari saluran air tidak langsung dibuang. Pasalnya, bulannya dilakukan pembuangan, namun petugas yang ada malah menumpuknya diatas saluran air. “Akibatnya, jalan saja sudah, ini sangat mengganggu aktivitas warga,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Camat Pulogadung Bambang Pangestu mengatakan, penanganan saluran air pasca penertiban di Jalan Pisangan Lama 2 masih berlangsung. Saat ini petugas melakukan pengerukan sampah dan lumpur. “Yang menangani masalah itu PPSU kelurahan, yang hingga kini setiap harinya melakukan aksi bersih-bersih,” terangnya.

Dikatakan Bambang, untuk proses normalisasi saluran air itu sendiri ditangani Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur. Dimana secara teknis mereka yang lebih paham dalam penanganan itu.

“Kami berharap warga bersabar sejenak, karena normalisasi saluran air pasti dilakukan agar lingkungan lebih aman, nyaman dan tak tergenang saat musim hujan,” ungkapnya.

Sementara, Kasudin SDA Jakarta Timur, Mustajab, sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via ponselnya belum memberikan jawaban. Sehingga penjelasan akan lambannya normalisasi belum bisa diterima. (Ifand/win)